Penyakit Parkinson Indonesia

Penyakit Parkinson Indonesia – Penyakit parkinson berasal dari nama seorang dokter Inggris James Parkinson yang merupakan suatu penyakit yang umum dan terdapat di seluruh dunia. Jumlah penderitanya meningkat drastis sesuai usia sampai kira-kira 1 per 200 pada usia di atas 70 tahun. Pada umumnya, penyakit berlangsung progresif (memburuk) secara berangsur selama bertahun-tahun dan pada 40-70% dari penderita disusul dengan keruntuhan mental dan suatu bentuk demensia yang agak berlainan dengan Alzheimer. Setelah rata-rata 10-15 tahun, penyakit selalu berakihir dengan kematian.

Penyakit Parkinson Indonesia

Penyakit Parkinson Indonesia

Penyakit Parkinson

Faktor keturunan menurut perkiraan dewasa ini memegang peranan penting pada terjadinya parkinson. Risiko akan dihinggapinya adalah 3 kali lebih besar bila salah satu orang tua atau saudara menderita penyakit ini.

Parkinsonisme atau gejala ekstrapiramidal adalah isitilah yang digunakan bagi sindrom kekakuan hipokinetis dengan ciri-ciri penyakit parkinson yang diakibatkan oleh kelainan di sistem ekstrapiramidal.

Gejala Penyakit Parkinson

4 (empat) gejala utama penyakit parkinson adalah kekakuan anggota gerak (rigor, hipertonia), mobilitas hilang atau berkurang secara abnormal (bradykinesia), gemetar (tremor) dan gangguan keseimbangan tubuh.

Ciri-ciri lainnya adalah sikap tubuh bongkok, kejang otot, tulisan tangan menjadi halus (micrographia) dan seperti laba-laba (spidery). Sebagai akibat dari kakunya otot muka, penderita berwajah seperti topeng. Bicaranya menjadi monoton dan tidak jelas, juga sekresi air liur berlebihan dan muka berlemak.

Untuk kasus penyakit parkinson Indonesia terbilang banyak jumlah penderitanya. Di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo saja setiap bulannya terdapat 40-50 kunjungan pendrita penyakit parkinson dan terdapat 3 kasus penyakit parkinson yang baru. Sedangkan di dunia sendiri angka untuk penyakit parkinson ini bisa mencapai 4 juta orang penderitanya! Bukan jumlah yang sedikit bukan? Penyakit parkinson sendiri memppunyai dimensi gejala klinis yang luasnya sangat besar sehingga bisa membuat kualitas hidup seseorang terpengaruh untuk penderita atau juga pada keluarganya. Walaupun bukan salah satu jenis penyakit yang membahayakan dan mematikan, penyakit parkinson bisa membuat kualitas hidup seseorang menjadi terganggu dan menurun. Karena semakin lama si pendrita tidak akan bisa melakukan apa yang orang lain lakukan dalam keadaan normal dan paling utama adalah dalam hal berhubungan dengan suatu gerakan.

Penyakit parkinson Indonesia hingga saat ini juga masih sulit untuk didiagnosis. Namun terdapat beberapa gejala yang umum dan khas dari penyakit parkinson ini. Banyaknya pasien dengan kasus rigiditas otot atau terjadinya kekakuan pada anggota gerak, mengalami bradikinesia atau gerakan yang semakin melambat, gangguan saat berjalan atau berjalan yang tidak benar, dan terjadinya perubahan postur tubuh. Untuk membantu meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai penyakit parkinson Indonesia, ada salah satu yayasan yang bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia atau PERDOSSI dan juga PT. Roche Indonesia. Namun yayasan tersebut adalah Yayasan Peduli Parkinson Indonesia atau YPPI. Program ini mengadakan seminar yang terbuka untuk umum yang diberikan kepada pasien serta unutk keluarga pasien penderita penyakit parkinson. Semakin bertambahnya kepedulian masyarakat mengenai penyakit parkinson ini maka diharapkan masyarakat bisa meningkatkan kualitas hidup si penderita dan bisa menjadi semakin lebih baik lagi karena dukungan dan motivasi yang besar kepada penderita penyakit parkinson haruslah besar untuk membuat keadaan mereka semakin membaik.

Penatalaksanaan Penyakit Parkinson

Petalaksanaan dari penyakit parkinson dibedakan menjadi 3 sifat, yakni adalah :

  1. Simptomatik atau yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki gejala dan tanda penyakit parkinson
  2. Protektif membantu mempengaruhi patofisiologi penyakit
  3. Restoratif yang membantu mendorong neuron baru atau bisa membantu merangsang sistem pertumbuhan dan juga fungsi dari sel nueron yang sudah ada.

Sedangkan pendekatan dari penatalaksanaan penyakit parkinson adalah :

  1. Membantu meningkatkan transmisi dopaminergik dengan jalan : (1) membantu meningkatkan jumlah dopamine di dalam sinaps dengan menggunakan obat parkinson levodopa, (2) memberikan agonis dopamin, (3) meningkatkan terjadinya pelepasan dopamine, (4) menghambat re-uptake dopamine, (5) menghambat terjadinya degradasi dopamine.
  2. Manipulasi neurotransmitter yang bersifat non-dopaminergik dengan menggunakan pemberian obat antikolinergik dan juga obat parkinson lain yang bisa membantu memodulasi sistem yang bersifat non-dopaminergik.
  3. Memberikan terapi yang bersifat simptomati pada gejala dan juga tanda yang berdatangan
  4. Memberikan pemberian obat neuroprotektif pada terjadinya progresi dari penyakit parkinson
  5. Pembedahan secara ablasi atau tallamotomi atau pallidotomi, stimulasi otak bagian dalam, atau melakukan brain grafting.
  6. Terapi dalam mencegah yang dilakukan penghilangan faktor resiko dan juga penyebab dari penykakit parkinson.

Terapi farmakologi yang dilakukan pada penyakit parkinson, biasanya terapi ini dilakukan dengan menggunakan obat parkinson untuk bisa memberikan asupan jumlah dopamine dari luar tubuh untuk membantu mengatasi terjadinya kekurangan jumlah produksi dopamine yang ada di dalam otak. Selain itu juga diperlukan obat yang membantu meningkatkan terjadinya efektivitas dari reseptor atau penerima dopamine di dalam otak sehingga dopamine yang jumlahnya sedikit akan bisa digunakan dengan lebih maksimal lagi. Dan terdapat berbagai sediaan obat yang dijual dipasaran untuk mengobati penyakit parkinson, namun obat yang paling utama untuk penyakit parkinson itu masih obat golongan levodopa.

Harus diketahui adalah parkinson dan depresi akan terjadi dengan bersamaan. Depresi dan stress muncul akibat dari dopamine yang kurang.

Penyakit Parkinson Indonesia


=====================================

>>> Jeli Gamat Luxor Untuk Mengatasi Penyakit Parkinson dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Parkinson and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>